Corporate Report

PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk  (TLKM) melalui  anak
usahanya  PT  Premises  Integration  Service  (Pins  Indonesia)
siap  mengambilalih  hingga  30  persen  saham  PT  TiPhone
Mobile  Indonesia  Tbk,  yang  bergerak  di  bidang
perdagangan  dan  distribusi  voucher  pulsa  telepon  selular,
kartu  perdana  dan  telepon  seluler."Kami  siap  masuk  ke
TiPhone  untuk  memperkuat  posisi  Telkom  pada  bisnis
ekosistem  digital  yaitu  Device,  Network,  Application
(DNA).  Awalnya  masuk  melalui  penyerapan  saham  right
issue  10  persen,  dan  berencana  membeli  saham  pendiri
TiPhone  hingga  akhirnya  bisa  mencapai  30  persen,"  kata
Direktur  Utama  Telkom  Arief  Yahya  di  Jakarta,  Senin
(8/9/2014).Arief  mengatakan,  Telkom  sudah  memiliki
jaringan  broadband  dan  bermain  di  aplikasi  saat  ini,
ketika penetrasi SIM Card  dalam industri seluler melewati
populasi.  Dengan  masuknya  Telkom  di  TiPhone,  daya
tawar  Telkom  untuk  pengadaan  smartphone  ke
vendor-vendor  ternama  lebih  kuat  dan  perusahaan  bisa
meningkatkan  penetrasi  telepon  pintar  di  Tanah  Air.
(Kompas)
PT  Bank  Central  Asia  Tbk  (BBCA), melalui  BCA  learning
service,  akan  menggelar  conference  dan  expo  indonesia
knowledge  forum  (IKF)  pada  9-10  Oktober  2014.  Cyrillus
Harinowo,  pembina  BCA  Learning  Service,  mengatakan
acara yang bertema "Moving Our Nation to The Next Level,
Cultivating  New  Paradigm  With  Technoppreneurships  and
Innovative  Leaderships"  ini  akan  dilaksanakan  sebagai
bentuk  Yayasan  Bakti  BCA  untuk  meningkatkan  kualitas
SDM  dan  organisasi di  luar  BCA."Melalui  acara  ini  kami
akan  mempertemukan  keahlian  berbagai  industri  untuk
berbagi  pengatahuan  dan  pengalamannya  masing-masing
dalam konteks wirausaha berbasiskan teknologi," katanya,
di  Jakarta,  Senin  (8/9).Ia  menuturkan,  acara  ini  akan
mengintegrasikan  penerapan  teknologi  sebagai  sebuah
instrumen  dan  keterampilan  kewirausahaan.  Hal  ini  pun
akan  mendorong  semangat  kewirausahaan  dengan
berbasiskan pengembangan teknologi. (Gatra)
PT  Astra  International  Tbk  (ASII) bakal  membagikan
dividen  interim  pada  akhir  Oktober  tahun  ini  sebesar  Rp
64  per  saham  atau  senilai  total  Rp  2,5  triliun.Perseroan
bakal membagikan sebanyak 40,48 miliar saham dari total
modal  ditempatkan  dan  disetor  perseroan.Corporate
Secretary  Astra  International  Gita  Tiffany  Boer
mengungkapkan,  rencana  pembagian  dividen  tersebut
telah  diputuskan  dalam  rapat  Direksi  perseroan  pada  4
September  2014.  Dividen  interim  yang  akan  dibagikan
adalah untuk tahun buku 31 Desember 2014.“Cum dividen
interim  di  pasar  reguler  dan  negosiasi  akan  dilaksanakan
pada  14  Oktober  2014,”  jelas  Gita  dalam  keterangan
tertulisnya,  Senin  (8/9).Dia  melanjutkan,  ex  dividen
interim  di  pasar  reguler  dan  negosiasi  akan  berlangsung
ada 15 Oktober 2014. Sedangkan cum  dividen interim dan
ex  dividen  interim  di  pasar  tunai akan  dilaksanakan  pada
17 dan 20 Oktober 2014. (Berita Satu)
Ooredoo  Asia  Pte.  Ltd,  grup  usaha  di  bawah  naungan
Qatar  Telecom,  bersiap  mengubah  nama PT  Indosat  Tbk
(ISAT).  Selaku  pemilik  saham  mayoritas,  mereka  ingin
mengubah  merek  dagang  operator  seluler  tersebut
menjadi  Indosat-Ooredoo  pada  2015.Pemerintah  sudah
mendapat  informasi  mengenai  kemungkinan  tersebut.
Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  Dahlan  Iskan
mempersilakan  kalau  Ooredoo  berniat  mengubah  merek
dagang Indosat."Iya, sudah memberitahu  begitu. Namanya
akan  diubah  menjadi  Indosat-Ooredoo,"  ujarnya  sebelum
mengikuti rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin
(8/9).Indonesia  tidak  akan  coba  mengintervensi
perubahan  nama  Indosat.  Ooredoo  menguasai  65  persen
saham,  disusul  Konsorsium  Skagen  asal  Amerika  Serikat
15,29  persen.  Sementara  RI  cuma  memiliki  porsi  14,29
persen,  sisanya  milik  publik.Karenanya,  Dahlan  menilai
pemerintah  tidak  berhak  menghalangi  perubahan  nama
tersebut.  "Itu  urusannya  pemegang  saham  mayoritas,
kalau  kita  enggak  apa-apa,"  kata  menteri  BUMN.
(Merdeka)
PT  Karisma  Aksara  Mediatama melakukan  Penawaran
saham perdana atau initial Public Offering  (IPO) sebanyak
535.821.500  saham  baru.  Angka  ini  mencapai  30  persen
dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah
penawaran  umum  perdana  saham.Saham  Karisma,  akan
dilepas  dengan  harga  Rp175-Rp240  per  lembar.
Ditargetkan,  dari  IPO  ini  dapat  dihimpun  dana
Rp93,7-Rp128,6  miliar.  "Saham  direncanakan  akan  dicatatkan
pada  Bursa  Efek  Indonesia  pada  8  Oktober  2014,"  ujar
Direktur  Utama  Perseroan,  Lyndon  Saputra  dalam
konferensi  pers  di  Grandballroom  Kempinski,  Senin
(8/9/2014).Sementara  itu,  bertindak  sebagai  penjamin
pelaksana  emisi  efek  adalah  PT  BCA  Sekuritas  dan  PT
Maybank  Kim  Eng  Securities.  "Kami  adalah  toko  buku
tereintegrasi  pertama  di  Indonesia  yang  akan  Go  Public,"
tambah  dia.Dia  mengatakan,  pernyataan  efektif dari
Otoritas  Jasa  Keuangan  dapat  diperoleh  pada  tanggal
efektif pada 26 September. (Okezone)
PT  Tower  Bersama  Infrastruktur  Tbk  (TBIG) per  30  Juni
2014  membukukan  laba  bersih  sebesar  Rp663,65  miliar
dari  Rp843,72  miliar  periode  yang  sama  2013.Laba
tersebut  turun  21,34  persen.  Demikian  juga  dengan  laba
per saham menjadi Rp139,68 per saham dari Rp175,90 per
saham.  Demikian  mengutip  keterangan  resmi  perseroan,
Senin  (8/9/2014).Perseroan  mencatat  nilai  wajar  properti
investasi  menjadi  Rp90,56  miliar  dari  Rp438,02  miliar.
Untuk  pendapatan  menjadi  Rp1,58  triliun  dari  Rp1,27
triliun.Sedangkan  beban  pokok  menjadi  Rp242,44  miliar
dari Rp180,31 miliar. Beban usaha dan lainnya mengalami
penurunan  dari  Rp329,73  miliar  menjadi  Rp199,36  miliar.
Beban  Keuangan  dan  Lainnya  mengalami  kenaikan  dari
Rp318,61 miliar menjadi Rp483,74 miliar. (Inilah)

Top
  • Follows us our servcies