Matahari Siapkan Rp1,25 Triliun untuk Buyback

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Matahari Department Store Tbk menyiapkan dana sekitar Rp1,25 triliun untuk membeli kembali (buybacksaham perseroan. Rencana itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Senin (8/10).

Direktur Legal dan Sekretaris Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengatakan buyback bertujuan untuk meningkatkan kinerja saham dengan kode emiten LPPF itu.

"Kami melihat saham kami sekarang sudah undervalue. Investor juga banyak yang bertanya kenapa tidak di-buyback?," ujarnya di Hotel Aryaduta, Senin (8/10).

Miranti melanjutkan buyback saham sebanyak-banyak tujuh persen dari modal disetor dan ditempatkan atau setara 204.254.266 saham. Sementara, harga maksimal buyback dibatasi sebesar Rp13.330 per saham.

Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan terbuka, maka proses buyback akan diselesaikan dalam kurun waktu 18 bulan.

Ia menambahkan seluruh dana yang akan digunakan untuk melakukan buyback berasal dari kas internal perseroan.


"Belum ada rencana riilnya (waktu buyback), yang pasti maksimal sesuai aturan OJK 18 bulan, jadi maksimal 7 April 2020," terang Miranti.

Sebagai informasi, pada semester I 2018 perusahaan ritel itu berhasil membukukukan kenaikan penjualan sebesar 3,14 persen menjadi Rp5,91 triliun dari tahun sebelumnya, yakni Rp5,73 triliun.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, Matahari Department Store juga berhasil mencatat laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp1,34 triliun. Sampai saat ini perseroan telah memiliki 155 gerai di seluruh Indonesia.

Top
  • Follows us our servcies