Basic to Analyze

Pengantar Analisa Pergerakan Harga Pasar

Untuk menghadapi pergerakan harga di bursa ada dua macam pendekatan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

Analisa Fundamental

adalah analisa berdasarkan berita-berita dalam sektor ekonomi, politik dan keamanan dalam sebuah negara dan memadukannya dengan reaksi pasar terhadap berita yang disajikan tersebut untuk mengetahui kemana harga hendak bergerak.

Pada analisa ini kuncinya adalah demand (permintaan - dengan melakukan aksi beli) dan supply (penawaran - dengan melakukan aksi jual), maka dapat diketahui kemana harga akan bergerak. Jika demmand bertambah sementara supply tetap maka harga akan segera merangkak naik. Demikian juga sebaliknya ketika supply bertambah tetapi demmand tetap maka harga akan mulai turun dikarenakan barang banyak beredar dipasaran. Dua hal inilah yang coba diketahui oleh analisa fundamental

Ketika muncul berita-berita ekonomi seperti suku bunga mata uang sebuah negara maka analisa fundamental bertugas untuk menganalisa berita yang akan muncul lalu jikalau berita tersebut muncul bagaimana kaitannya dengan reaksi pasar. Kadangkala dikarenakan pasar juga seringkali digerakkan oleh emosi sesaat, tanpa berita ekonomi apa pun sering kali terjadi aksi kenaikan atau penurunan harga suatu komoditas / instrument keuangan. Biasanya ini disebabkan pergeseran demmand supply karena adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan aksi pembelian atau penjualan dalam jumlah besar

Dalam analisa fundamental faktor yang paling berperan menentukan naik turunnya nilai suatu instrument investasi adalah berita ekonomi, seperti tingkat pengangguran, indeks kepercayaan konsumen dan produsen atau berita-berita sejenis lainnya menentukan apakah instrument investasi tersebut akan menguat atau justru melemah.

Sebagian besar berita tersebut bermuara pada naik turunnya inflasi dalam sebuah negara. Dalam keadaan dimana inflasi mulai berjalan ke arah naik maka biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga. Kenaikan suku bunga dalam sebuah negara biasanya akan diikuti kenaikan sementara (namun besar) pada mata uangnya. Secara logika hal ini bisa disebabkan karena sektor perbankan juga turut menaikan suku bunganya termasuk suku bunga tabungan dan deposito. Hal ini memicu semakin banyaknya dana yang dihimpun di bank sehingga uang yang beredar di pasaran akan berkurang. Sesuai hukum demmand supply ketika supply berkurang maka harga barang pun akan meningkat. Bahkan jikalau bank-bank di negara yang bersangkutan pun tidak ikut menyesuaikan dengan tingkat suku bunga yang ada psikologi dan pandangan para trader tetaplah demikian. Akibatnya mereka pun segera melakukan aksi buy yang akan menyebabkan demmand bertambah.

Ada puluhan berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar ke depannya. Ada berita fundamental yang penting untuk diperhatikan ada juga berita fundamental yang tidak diperlukan sama sekali dikarenakan berbagai faktor. Dalam hal ini memang adalah penting untuk memilah-milah berita fundamental yang penting dan tidak penting

Ada beberapa berita yang dianggap sangat penting seperti berita- berita ekonomi atau isu-isu keamanan yang sedang terjadi. Misalnya peledakan bom Kedutaan Amerika Serikat di Saudi Arabia, maka akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang, karena kondisi ini mengakibatkan kepercayaan investor dapat segera hilang dan mata uang nya melemah dengan cepat. Dan seperti pada saham, yang dijadikan dasar perkiraan harga (intrinsic value) adalah faktor-faktor fundamental seperti laporan keuangan, informasi penting lain yang sewaktu-waktu harus diumumkan perusahaan publik dan perkembangan ekonomi makro, mau pun berita dalam bidang-bidang lain seperti politik, sosial, cuaca, dsb., yang dianggap perlu, semuanya selama paling tidak dua tahun terakhir

Hal Terpenting mengenai Analisa Fundamental : Penggerak Harga!

Mungkin banyak yang tahu tapi sedikit yang sadar. Berita adalah penggerak dalam sebuah pasar uang. Walaupun hasil analisa tekhnikal menunjukkan harga seharusnya naik, tapi apabila berita yang ada memicu harga bergerak turun, tidak ada satu pun pihak yang sanggup membantahnya. Ini disebabkan para trader pun berpandangan yang sama: sebuah berita fundamental (entah itu hasil survey, entah itu kebijakan moneter, atau sekedar isu belaka) menentukan apakah ekonomi negara yang bersangkutan dalam keadaan sehat atau tidak.

Jadi kesimpulannya fundamental lebih kuat dari teknikal, karena lebih cepat dan obyektif. Itulah sebabnya analisa fundamental penting bagi seorang trader. Anda tidak dapat melakukan sebuah aksi jual besar-besaran hanya karena grafik dan instrumen analisanya menunjukkan trend turun namun perusahaan atau Negara yang bersangkutan sedang ada konflik.

Memang suatu berita ekonomi adalah pembentuk kecenderungan harga, sehingga Anda dapat menganalisa berita yang akan muncul lalu meramalkannya bagaimana pasar bereaksi terhadap berita tersebut. Tetapi reaksi pasar atas berita bukanlah hal yang mudah karena ini menyangkut psikologi pasar, jutaan orang yang terlibat dengan pembentukan harga pasar. Dan perlu dipahami bahwa pasar tidak peduli dengan buku ekonomi yang Anda baca atau kecenderungan yang ada selama ini.

Sebagai contoh: Kenaikan suku bunga. Dalam pelajaran dan sejarah yang kita pelajari selama ini, jika suku bunga sebuah negara mengalami kenaikan maka dengan cepat ini mengakibatkan mata uang negara yang bersangkutan akan menguat. Tapi pada kenyataannya tidak! Contohnya beberapa bulan lalu (sekitar bulan Juli 2006) The Fed menaikan suku bunga US sebesar 25 bp, tahu apa yang terjadi? Dollar Amerika malah melemah! Hal ini terjadi adalah pasar bereaksi imun terhadap kenaikan suku bunga kali ini disebabkan, The Fed telah memberikan sinyal beberapa hari sebelumnya dan kenaikan telah terjadi beberapa kali. Tapi siapa yang menduga akan demikian ketika berita tersebut belum muncul?

Maka disinilah letak titik keseimbangan terjadi. Indikator fundamental memang pemicu pergerakan harga. Namun tetap saja harga terbentuk ditangan pembeli dan penjual. Yang diperlukan adalah mengetahui reaksi pembeli dan penjual mayoritas terhadap berita yang muncul. Dapat dikatakan sering kali hal ini menjadi bias dikarenakan memang tidak mudah. Jutaan pihak ada di bursa dan memprediksi mayoritas dari mereka bukanlah pekerjaan yang mudah.

Itu menyebabkan banyak trader sering kali hanya menjadikan berita fundamental sebagai refernsi tetapi tidak sebagai penentu keputusan Buy/Sell mereka, dan menggunakan analisa teknikal dalam mengambil sebuah posisi karena sifatnya yang pasti hingga menjadi lebih jelas.

Bisa diambil kesimpulan bahwa keduanya tidak dapat berdiri sendiri dan harus digunakan untuk menutup kelemahan satu sama lain.

Kelebihan analisa fundamental:

  • Penggerak harga
  • Sederhana, anda cukup dapat mengetahui apakah naik, turun atau tetap. Tidak seperti teknikal yang perlu menggunakan angka.

Kekurangan :

  • Seringkali bersifat subyektif dikarenakan psikologi pasar
  • Tidak dapat menjawab kebutuhan secara ilmu pasti. Harus di Ingat bahwa dasar dari analisa fundamental bukanlah matematika melainkan ilmu ekonomi dan psikologi pasar.

Analisa Teknikal

Analisa ini dilakukan setelah harga terbentuk di bursa, sebaliknya analisa fundamental dilaksanakan sebelum harga terbentuk di bursa . Harga terbentuk oleh kekuatan pasar kolektif, yang merupakan hasil dari analisis fundamental. Harga yang emrupakan hasil tarik menarik antara permintaan dan penawaran merupakan dasar analisis-teknikal, yang tertuang dalam bentuk grafik pergerakan harga, yang bila dibaca dengan benar, bisa menjadi pedoman tindakan beli atau jual yang menguntungkan secara maksimal

Pada analisa teknikal, semua faktor fundamental sudah masuk ke dalam dan dipresentasikan oleh harga yang terbentuk, sehingga tidak menjadi dasar pertimbangkan prediksi pergerakan suatu saham atau instrument keuangan lainnya. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis fundamental dan analisis teknikal saling membutuhkan: yang pertama untuk pembentukan harga dan yang kedua untuk kelanjutan gerak harga.

Spekulasi Bukanlah Analisa Teknikal

Analisis teknikal, hanya memperhatikan sifat dan pola gerak harga, tidaklah seperti analisa fundamental yang mencakup ilmu akunting, ekonomi mikro dan makro, bidang sosial politik, cuaca, dsb. Namun cara analisis ini tidak pula sederhana, apa lagi program komputer mutakhir memanfaatkan lebih dari 150 indikator atau alat analisis untuk seleksi yang terbaik antara ribuan saham dalam waktu beberapa menit saja.

Penggunaan analisis teknikal dengan benar bukanlah suatu spekulasi. Tetapi biasanya spekulator menggunakan analisis teknikal dan karena itu cenderung diasosiasikan dengan analisis teknikal, sedangkan mereka tidak memanfaatkannya secara profesional sehingga tingkat keberhasilannya rendah, maka sering pendekatan teknikal dianggap spekulatif.

Hal-hal yang dapat dilihat dari analisa ini adalah :

  • Trend
  • Volume transaksi
  • Level-level psikologis (support dan resistance)
  • Periode waktu yang terjadi.

Seberapa akurat kemampuan Anda memprediksi harga? Itu harus terus menerus di asah tsetiap hari, karena tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal, karena itu dibutuhkan pengalaman.

Kelemahan pada Analisa Fundamental

  • Informasi belum tentu up to date
  • Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan pendapat banyak orang.
  • Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.
  • Sulit diterapkan pada pasar yang stagnan.

Kelemahan pada Analisa Teknikal

  • Memerlukan banyak data untuk akurasi prediksi.
  • Sangat bergantung pada kemampuan trader, sedangkan masing- masing trader memiliki metode yang berlainan dan belum tentu cocok diterapkan satu sama lainnya.

Top
  • Follows us our servcies