Equity Market

Pengertian Pasar Modal

Pasar adalah tempat dimana pembeli dan penjual melakukan transaksi jual beli suatu komoditas. Nilai (harga) komoditas itu akan tercapai sesudah suatu negosiasi. Demikian juga makna pasar di dalam pengertian pasar modal.

Sedangkan modal adalah sesuatu yang digunakan oleh perusahaan sebagai sumber dana untuk melaksanakan kegiatan perusahaan.

Jadi kalau digabungkan, pasar modal dapat dikatakan sebagai suatu situasi dimana para penjual dan pembeli dapat melakukan negosiasi terhadap pertukaran suatu komoditas dan komoditas yang dipertukarkan disini adalah modal.

Modal (capital : Inggris) dibagi atas dua jenis yaitu :

  1. Debt Capital (modal hutang)
    Merupakan suatu komoditas yang diperdagangkan diterbitkan dalam bentuk surat hutang seperti obligasi
  2. Equity Capital ( modal ekuitas)
    Merupakan suatu komoditas pasar modal diterbitkan dalam bentuk saham.

Di sini kalau kita perhatikan kedua komponen tersebut membentuk bagian passiva dari suatu neraca (balance sheet). Bagian passiva ini merupakan sumber - sumber dana (sources of fund) yang dapat digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Sebagaimana analogi dengan pasar tradisional dimana merupakan tempat berlangsungnya proses jual beli antara penjual dan pembeli. Demikian juga pasar modal, proses transaksi atas komoditas modal membutuhkan suatu tempat tertentu untuk melaksanakan kegiatan perdagangan. Tempat inilah yang untuk selanjutnya disebut bursa efek yang di dalam bahasa Inggris disebut Stock Exchange.

Pengertian efek disini menyatakan komoditas yang diperdagangkan menggantikan pengertian komoditas modal, karena di samping komoditas modal seiring pertumbuhan pasar modal suatu Negara maka timbullah produk-produk turunan (derivatif), yang selanjutnya semua komoditas yang diperdagangkan di pasar modal melalui bursa efek disebut efek atau sekuritas (securities)

Sebenarnya istilah bursa efek dalam bahasa Inggris dinamakan Stock Exchange kurang tepat, karena jika diterjemahkan secara harfiah berarti 'pertukaran saham', padahal komoditas yang diperdagangkan bukan hanya saham (stock), tetapi ada komoditas lain seperti obligasi, right, dan waran. Lebih tepat kalau dikatakan sebagai "securities exchange" seperti istilah bursa efek dalam bahasa Indonesia. Tetapi istilah stock exchange ini telah dikenal secara internasional, maka kitapun menggunakan istilah tersebut.

Kecendrungan tatanan ekonomi dunia semakin diwarnai dan ditentukan oleh perkembangan pasar modal, karena itu merupakan indikator keadaan perekonomian suatu Negara serta menunjang perkembangan ekonomi Negara yang bersangkutan. Adanya pasar modal merupakan suatu alternatif solusi pembiayaan jangka panjang, sehingga roda pembangunan dan pengembangan Negara terutama di bidang ekonomi dapat dilakukan dan berjalan lancar.

Salah satu sisi lain, adalah dengan adanya pasar modal, maka makin banyak perusahaan akan go- public. Yang berarti sebagian saham dari perusahaan-perusahaan tersebut akan dimiliki oleh masyarakat luas, yang berarti secara makro ekonomi merupakan pemerataan pendapatan.

Sedangkan dari sisi peningkatan kualitas perusahaan-perusahaan publik harus bersifat terbuka, yang berarti dari segi manajemen perusahaan dituntut profesionalisme yang tinggi karena adanya sorotan positif dari masyarakat luas. Dengan pengelolaan yang professional, maka kualitas perusahaan akan meningkat. Jika makin banyak perusahaan yang go-public, berarti makin tinggi kualitas yang dihasilkan oleh perusahaan baik produk maupun jasa.

Dari sisi investor, maka pasar modal itu perlu ada karena memberikan alternatif investasi bagi pemodal. Investasi yang selama ini lebih banyak ditanamkan di bidang perbankan maupun properti atau real estate, dengan munculnya pasar modal, maka akan memberikan peluang untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa pasar modal itu perlu ada karena :

  1. Dibutuhkan basis pendanaan jangka panjang untuk melaksanakan berbagai proyek pembangunan
  2. secara makro ekonomi, pasar modal merupakan pemerataan pendapatan
  3. Berfungsi sebagai indikator untuk meningkatkan kualitas output perusahaan-perusahaan
  4. Sebagai alternatif investasi bagi pemodal

Komoditas yang diperjualbelikan di Stock Exchange, antara lain :

  1. Saham
    Biasanya diartikan sebagai suatu surat berharga berupa sertifikat atau piagam sebagai bukti pemilikan dari suatu perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap / dividen dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan. Tentunya orang yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam mengelola perusahaan sesuai dengan hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar kecil saham yang dipunyai.

  2. Obligasi
    Surat hutang jangka panjang yang dikeluarkan perusahaan, lembaga, atau pemerintah dengan pemberian bunga tertentu secara berperiode. Jangka waktu obligasi paling cepat tiga bulan. Pelunasan pokok pinjaman saat jatuh tempo.

    Karakteristik :
    1. Surat berharga hutang yang diterbitkan pemerintah/perusahaan
    2. Berjangka waktu lebih dari satu tahun
    3. Mempunyai beban bunga yang dibayar secara periodik
    4. Adanya wali amanat yaitu pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek bersifat hutang
    5. Adanya pemeringkat efek
    6. Dinyatakan dalam suatu perjanjian surat berharga yang disebut perjanjian perwaliamanatan (indentur)

    Jenis-jenis obligasi
    Obligasi dapat dilihat dari beberapa segi untuk mengklasifikasikan jenis-jenis obligasi, yang didasarkan pada:
    1. Issuer
    2. Sistem pembayaran bunga
    3. Tingkat bunga
    4. Jaminan
    5. Tempat penerbitan
    6. Rating
    7. Callable feature
    8. Sifat Convertible

  3. Reksadana

    Reksa Dana merupakan suatu wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat (pemodal) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi dan bagi investor ini merupakan cara yang paling sederhana untuk menyebar resiko (diversify) portofolio

    Setiap investor dapat membeli unit reksadana pada harga yang telah ditetapkan dan uang tersebut akan digabung bersama uang investor lainnya, dimana setiap investor memiliki hak secara proporsional berdasarkan jumlah unit penyertaannya. Semua aturan dan kebijakan investasi akan dipelajari investor sebelum membeli sebuah reksadana.

    Dana yang dikumpulkan ataupun saham, obligasi dan instrumen lainnya yang dibeli oleh manajer investasi akan disimpan oleh pihak ketiga independen yaitu bank kustodi.

    Semua keputusan investasi akan dilaksanakan oleh manajer investasi yang professional dan ahli pada bidangnya, mengacu pada aturan dan kebijakan investasi yang telah ditetapkan pada prospektus.

    Aktivitas manajer investasi akan dipantau oleh BAPEPAM (Badan Pengelola Pasar Modal) secara berkala. Apabila melakukan tindakan yang menyimpang dari yang telah ditetapkan di prospektus, akan mendapat tindakan tegas dari BAPEPAM

  4. Waran

    Waran merupakan surat berharga (efek) yang memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli sebuah saham pada tanggal atau masa tertentu di masa depan pada harga yang telah ditentukan.

    Berdasarkan definisi tersebut waran dapat dikatakan sebagai suatu bentuk option atau lebih tepatnya call option, karena memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli aset atau dalam hal ini saham. Tapi waran beda dengan option

    Definisi option lebih luas daripada waran, karena option mencakup kontrak pembelian (call option) ataupun penjualan (put option) bagi si penulis kontrak, sedangkan waran hanya merupakan kontrak penjualan bagi penulisnya. Selain itu waran ditulis oleh emiten yang bersangkutan dengan maksud menjual sahamnya, sedangkan option dapat ditulis oleh seluruh pelaku pasar untuk memperjualbelikan saham yang beredar di bursa. Kemudian, walaupun waran dan option sama-sama merupakan instrumen yang dapat diperjualbelikan di pasar, waran biasanya dikeluarkan oleh emiten sebagai 'pemanis' ketika emiten tersebut menerbitkan saham.


  5. Opsi

    Sebuah Opsi memberikan hak kepada pembeli, tetapi tidak mempunyai kewajiban, untuk membeli atau menjual instrument keuangan tertentu pada harga yang tetap sebelum atau pada waktu yang telah ditentukan. Call Options memberikan hak pada pembeli opsi, untuk membeli underlying suatu instrumen keuangan, sedangkan Put Options memberikan hak kepada pembeli opsi untuk menjual underlying suatu instrument keuangan.

  6. Exchange Trade Funds (ETFs)

    adalah Reksa Dana yang Unit Penyertaan nya tercatat dan diperdagangkan di Pasar Regular Bursa Efek Jakarta seperti saham / efek lainnya dengan tujuan utama investasinya (investment objective) adalah untuk memperoleh tingkat pendapatan (level of returns) yang sama dengan kinerja JSX LQ-45 indeks yang menjadi acuan investasi nya.

    Secara garis besar Exchange Trade Funds dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu ETF Indeks (Index ETFs) dan Closed-end ETFs :

    ETF Indeks (Index ETFs) adalah ETF yang menginvestasikan dana kelolaannya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada suatu indeks tertentu dengan proporsi yang sama dengan bobot dalam indeks yang ditargetkan dengan tujuan untuk mencerminkan gambaran kinerja indeks di bursa yang sama dengan kinerja indeks acuan.

    Closed-end ETFs (CEF) adalah fund yang diperdagangkan di bursa efek berbentuk perusahaan investasi (investment company), bersifat tertutup dan dikelola secara aktif oleh Manajer Investasi. Close-end ETFs menawarkan sahamnya kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO), kemudian dana yang terkumpul akan diinvestasikan dalam berbagai jenis efek sesuai dengan kebijakan investasi. Closed-end ETFs memiliki Dewan Direksi yang dipilih oleh Pemegang Saham, Dewan Direksi kemudian menunjuk Komite Investasi dan Manajer Portofolio yang bertugas melakukan pengelolaan Reksadana secara aktif. Close-end ETF tercatat di Bursa Efek, sehingga sahamnya diperjual-belikan antar Investor di Bursa Efek dan tidak melalui Reksadana itu sendiri.

Top
  • Follows us our servcies