Investment Strategy

Sebelum melakukan transaksi di berbagai instrument keuangan, seperti saham, opsi atau kontrak berjangka, baik itu forex ataupun indeks saham, dibutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang untuk menghindari terjadinya resiko yang mungkin terjadi.
Persiapan-persiapan tersebut dituangkan dalam bentuk trading plan yang berdasarkan atas analisa market yang dibuat sebelumnya, yang berisikan :
  • Entry Level (Level pembukaan posisi)
  • Exit Level (Level likuidasi posisi)
  • Stop Loss Level (Maksimum resiko)
  • Target Profit level (Target Keuntungan)
Tips Bertransaksi
  • Setiap mengambil posisi,Anda akan berhadapan dengan kemungkinan keuntungan atau kerugian (Exposure).
  • Ukurlah batas kemampuan Anda agar jangan sampai kerugian tersebut akan mengganggu keuangan perusahaan atau keluarga.
  • Persiapkan Mental Indepencence yang merupakan salah satu kunci sukses bertransaksi
  • Ketahuilah pribadi Anda, apakah termasuk orang yang mampu mengendalikan emosi dan dapat tidur dengan nyenyak meskipun ada posisi ? Karena kunci keberhasilan transaksi adalah tidak terpengaruh oleh emosi terhadap posisi yang ada.
  • Gunakan dan disiplinlah terhadap 'Plan Trading', mulailah dengan jumlah kecil.
  • Sediakan margin tiga kali dari jumlah yang harus disediakan, demi keamanan dana Anda.
  • Kurangilah posisi Anda jika perlu, karena kekurangan margin bisa mengakibatkan kerugian.
  • Jangan rakus.
  • Fokus pada tujuan atau target keuntungan yang di harapkan.
  • Jangan cepat berubah pikiran.
  • Sebelum Anda melakukan trading atau mengambil posisi, tetapkan dulu trend dan proyeksi instrument keuangan yang akan dibeli/dijual. Jika Anda ragu-ragu, jangan ambil posisi.
  • Analisa trend berdasarkan Chart (Technical Analysis), berita-berita fundamental dan sentiment pasar.
  • Jika anda merasa posisi yang telah diambil salah/keliru, jangan ragu-ragu mengakui kesalahan.
  • Ambillah langkah-langkah yang perlu untuk mengatasi resiko seperti Cut loss atau Cut & Switch, Locking / Hedging, atau Average.
  • Jangan ikut-ikutan transaksi orang lain sedangkan Anda belum melakukan analisa (Don't follow the crowd )
  • Don't read the news, but analyze the news.
  • Hati-hati, Apabila semua pasar telah berubah ke satu arah.
  • Jangan mengambil terlalu banyak posisi pada satu account.
  • Anda dituntut untuk mengetahui dengan baik instrument keuangan yang Anda investasikan dari berbagai aspek.
  • Jangan bertransaksi dengan lot yang banyak pada satu harga.
  • Mengambil keuntungan terlalu cepat akan mengurangi kesempatan untuk memperoleh lebih besar "Let Profits Run"
  • Jangan biarkan kerugian berlarut-larut. Gunakan "Stop Order" untuk mencegah kerugian yang terlalu besar.
  • Apabila posisi Anda memberikan keuntungan yang mendadak dalam jumlah besar, ambillah dan jangan biarkan kesempatan itu hilang.
  • Pasanglah order apabila Anda tidak di tempat dan tetap ikuti perkembangan pasar.
Mengembangkan Strategi Transaksi
  • Untuk mengembangkan strategi Anda bertransaksi ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni :
  • Jangan berhenti belajar.
  • Manfaatkan seluruh informasi yang ada.
  • Jangan ragu-ragu untuk mencoba, terjun langsung.
  • Bertanyalah kepada yang berpengalaman.
  • Lakukan pedekatan-pendekatan transaksi.
  • Jangan mengabaikan disiplin bertransaksi.
  • Kenali faktor-faktor keterbatasan diri Anda melakukan transaksi yakni : Keterbatasan waktu, modal, peralatan atau sarana trading, emosi / psikologis dan lainnya
Penentuan pendekatan bertransaksi
  • Tentukan jangka waktu transaksi (short, middle atau long term).
  • Tentukan target keuntungan : Apakah sedikit-sedikit atau mengharapkan sekaligus besar.
  • Tentukan limit transaksi, apakah single (satu posisi ditutup dengan satu posisi) atau multiple (beberapa posisi ditutup dengan satu atau lebih posisi).
  • Tentukan sistim transaksi sendiri.
  • Tentukan dasar-dasar analisa : apakah memerlukan Chart dan berita-berita fundamental.
Ada beberapa teknik dasar dalam melakukan transaksi (terutama kontrak berjangka dan saham ), diantaranya:
  • Stop / cut loss
Adalah melikuidasi posisi pada level kerugian maksimum yang dapat Anda terima, jika pasar bergerak berlawanan dari posisi yang ada. Batas kerugian akan ditentukan setelah analisa yang mendalam dan sesuai dengan plan trading yang sudah Anda buat sebelumnya, seperti berdasarkan pertimbangan analisa teknikal, yaitu menempatkan stop loss jual dibawah level support dan stop loss beli di atas level resistance.
  • Cut & Switch
Prinsip dasar dari teknik ini adalah melakukan perubahan pada arah posisi transaksi. Ini dilakukan apabila posisi awal transaksi mengalami kerugian (salah arah), sehingga pelaku transaksi akan melakukan cut loss (melikuidasi posisi awal) dan sekaligus langsung membuka posisi transaksi baru yang berlawanan arah dengan posisi awal transaksi tadi.
  • Hedging / Locking
Merupakan cara melindungi nilai investasi dari resiko transaksi atau untuk membatasi kerugian transaksi dengan mengunci posisi transaksi yakni dengan mengambil posisi baru yang berlawanan dengan posisi transaksi semula.
  •  Averaging
Dengan teknik ini dibutuhkan modal yang sangat kuat dan kesabaran dari pelaku transaksi, karena teknik ini akan tetap mempertahankan posisi transaksi yang telah ada, bahkan menambah posisi baru yang searah dengan posisi awal setiap kali harga mendekati atau menembus level support atau resistance selama target transaksi belum tercapai. Apabila pasar bergerak sesuai posisi, maka keuntungan yang diraih akan sangat besar, tetapi apabila terus berlawanan dengan posisi maka diperlukan dana yang besar pula untuk terus mempertahankan adanya posisi tersebut sehingga tidak terkena margin call

Psikologi Trader

Mengerti cara menganalisa pasar secara benar hanyalsh sebagian dari strategi mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi. Banyak yang mengharapkan apabila bisa menganalisa pasar dengan baik, maka keuntungan akan mudah di raih, tapi kenyataannya, itu sangat jauh dari perkiraan

Harus disadari bahwa yang sangat berpengaruh dalam meraih keuntungan adalah psikologis Anda selaku investor. Sifat tidak sabar, serakah, takut, panik, tidak disiplin dan perasaan seperti kecewa, frustrasi akan mewarnai pola trading seseorang yang pada gilirannya akan menentukan hasil rugi atau laba. Karena itu ada istilah "Dealer is born and not made", meskipun tidak seluruhnya tepat tetapi ada unsur kebenarannya.

Kerugian dalam bertransaksi bukanlah pengalaman yang menyenangkan, namun mau tidak mau harus menghadapi dan menerima kenyataan. Pada dasarnya kerugian bertransaksi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok yaitu kerugian karena kesalahan analisa/pandangan terhadap pasar sedangkan lainnya disebabkan karena pola trading dan pribadi dari dealer tersebut seperti terlalu yakin atas pendapatnya, overtrading, transaksi karena perusahaan mengalami kerugian yang besar, membiarkan rugi berlarut-larut, menyalahkan pasar, tidak mempunyai stop loss dan profit taking objective, semata-mata mengandalkan feeling, mengambil keuntungan sedikit sementara kerugian umumnya lebih besar, dan sebagainya.

Jadi, semua tergantung Anda akan termasuk golongan yang mana!

back to top / back to learn

Top
  • Follows us our servcies