Stock Index

Indeks Saham

Merupakan salah suatu indikator pasar yang mencatat rata-rata perubahan sebagian atau seluruh harga saham biasa (common stock) yang terdaftar dan ditransaksikan di bursa saham pada umumnya.

Contohnya adalah Index Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indeks yang mencatat rata-rata perubahan harga pada seluruh saham yang ditransaksikan di bursa saham Jakarta (Jakarta Stock Exchange), sedangkan Indeks LQ 45 hanya mencatat rata-rata perubahan harga 45 saham bluechip di bursa saham Jakarta. Contoh lain adalah Nikkei Average 225 (NK225) yang mencatat perubahan harga rata-rata dari 225 saham unggulan di bursa saham Tokyo, dan Indeks Hangseng (HSI) merupakan indeks dari 38 saham bluechips yang diperdagangkan pada bursa saham Hongkong.

Indeks seringkali menggambarkan kondisi perubahan harga di bursa secara menyeluruh sampai batas-batas tertentu, dengan kata lain pergerakan indeks tersebut menjadi cerminan pergerakan seluruh saham yang ada di bursa tersebut yang ditransaksikan pada suatu waktu tertentu

Stock index (indeks saham) spot hanyalah merupakan indikator rata-rata dari pergerakan seluruh/ sejumlah saham terpilih di suatu bursa, akan tetapi untuk dapat diperdagangkan dibentuklah instrumen Stock Index Futures (kontrak berjangka indeks saham) yang memiliki karakteristik tertentu hingga memungkinkan untuk dapat dijadikan instrumen investasi. Karakteristik tersebut antara lain mencakup satuan unit transaksi yang disebut Lot, ukuran nilai transaksi yang disebut contract size (satuan kontrak) dan masa batas waktu berakhirnya suatu kontrak (periode of expire contract)

Investor dapat ikut serta mentransaksikan Kontrak berjangka indeks saham dengan melakukan pembelian dan penjualan sejumlah unit transaksi, berdasarkan pada pergerakan harga indeks yang terjadi di bursa. Perubahan harga yang terjadi pada kontrak berjangka indeks saham, secara otomatis akan selalu mengacu pada perubahan yang terjadi pada harga Stock Index Spot. Perbedaan harga yang terjadi antara harga kontrak berjangka indeks saham dengan indeks saham spot antara lain disebabkan oleh faktor suku bunga, dividen teoritis dan ekspektasi pasar.

Suatu kontrak berjangka indeks saham, dianggap telah menyelesaikan transaksinya jika kontraknya telah ditutup atau dilikuidasi (settlement position). Posisi penutupan (likuidation position) harus berlawanan dengan posisi saat pembukaan transaksi (opening position), maksudnya posisi open buy akan ditutup dengan close sell, demikian pula sebaliknya.

Transaksi kontrak berjangka indeks saham dapat dimulai dengan aksi beli ataupun aksi jual terlebih dahulu (short selling) serta dapat dengan bebas untuk mengakhiri (melikuidasi) kontrak transaksinya kapan saja pada waktu transaksi bursa, selama periode kontrak Stock Index Futures tersebut belum berakhir (jatuh tempo)

Salah satu keunggulan investasi di instrument keuangan ini (termasuk transaksi Forex & Komoditi) adalah adanya mekanisme Margin Trading. Bagi seseorang yang ingin bertransaksi Kontrak Berjangka Indeks Saham, disyaratkan untuk menyetorkan sejumlah dana sebagai margin jaminan transaksi. Margin tersebut hanyalah sebagai dana jaminan agar si investor yang terlibat transaksi tetap memenuhi komitmenya dan dapat memenuhi kewajiban keuangannya jika diperlukan. Pada mekanisme ini saldo keuangan pada neraca transaksi investor hanya akan di kredit atau di debet sebesar nilai keuntungan/kerugian yang timbul akibat adanya selisih nilai transaksi yang terjadi pada saat pembukaan kontrak dan penutupan kontrak. Dengan demikian Capital Gain/Capital Lossyang terjadi akibat adanya suatu kegiatan transaksi hanya akan menambah atau mengurangi nilai saldo margin si investor, sehingga dapat dikatakan investor tidak perlu mengeluarkan dana sebesar nilai transaksi seluruhnya, namun hanya sekian persen nilai total transaksi.

Top
  • Follows us our servcies