Commodity Market

Bursa Berjangka

Ada 3 jenis produk yang diperdagangkan di bursa berjangka yaitu :

  1. Komoditi
    Terdiri atas dua jenis soft commodity (seperti hasil perkebunan) maupun yang hard commodity (hasil tambang)

  2. Forex
    Merupakan perdagangan jual beli mata uang asing

  3. Indeks Saham
    Merupakan nilai rata-rata dari gabungan saham-saham di suatu bursa

Perdagangan Berjangka Komoditi

Kontrak Berjangka merupakan instrumen pasar yang telah dikenal luas di negara-negara maju dan berkembang dan yang paling banyak digunakan untuk pengelolaan resiko harga yang dibutuhkan dunia usaha, maka Indonesia juga membentuk suatu bursa berjangka, bertujuan mengurangi campur tangan pemerintah di bidang tata niaga komoditi dan menyerahkannya pada mekanisme pasar.

Berbeda dengan pengertian kontrak dalam perdagangan biasa, Kontrak Berjangka merupakan kontrak yang waktu penyerahan telah ditetapkan terlebih dahulu, sehingga yang di"negosiasi"kan hanya harganya saja. Terpenuhinya suatu Kontrak Berjangka sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak yang dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka.

Bursa berjangka adalah tempat berlangsungnya jual beli kontrak-kontrak berjangka berbagai komoditas. Transaksi kontrak berjangka akan diserahkan pada waktu yang telah ditentukan sesuai spesifikasi kontraknya.

Harga komoditi yang terbentuk di Bursa berlangsung secara transparan dimana harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang sebenarnya, dilakukan oleh para Anggota Bursa, yang terdiri dari Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry) atau secara eletronik (automated/electric trading system). Selanjutnya harga yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing Kontrak Berjangka dan diumumkan secara luas kepada masyarakat.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, dan khususnya di Bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara elektronik menggunakan komputer yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di Bursa.

Komoditi yang menjadi subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa adalah komoditi pertanian, kehutanan, pertambangan, industri hulu, serta jasa. Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di Bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas, menyangkut jumlah, kualitas dan waktu penyerahan, sehingga para pemakai/pengguna Bursa dengan mudah dapat melakukan transaksinya. Dengan demikian akan terwujud pasar yang aktif dan likuid.

Semua pengguna pasar berjangka haruslah menyetorkan sejumlah uang yang disebut "margin" yang besarnya per kontrak umumnya berkisar antara 5-10 % dari nilai kontrak. Besarnya margin berbeda-beda tergantung pada komoditi, waktu, dan pergerakan harga yang terjadi.

Dalam perjalanannya , margin ini mungkin memerlukan tambahan ( margin call ) karena berkurang dari margin awalnya karena pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakan semula . Bila saldo margin mencapai batas tertentu, kepada setiap, Nasabah yang memiliki posisi " terbuka" baik beli atau jual , harus menambah marginya ke besaran semula ( margin awal ). Margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu dan dapat di ubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada .Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh pialang berjangka yang besaran minimumnya ditetapkan bursa atas persetujuan Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komiditi (Bappebti).

Untuk menjamin performance atau dipenuhinya Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa, tersedia sesuatu lembaga penjamin yang disebut Lembaga Kliring Berjangka . Lembaga ini dapat merupakan bagian dari Bursa atau terpisah dari bursanya sebagai organisasi tersendiri. Lembaga Kliring Berjangka akan menjamin seluruh transaksi Kontrak Berjangka yang terjadi di bursa , yang setelah melalui proses kliring didaftarkan oleh anggota Bursa berstatus Anggota Kliring kepada Lembaga Kliring.

Top
  • Follows us our servcies